Apa Itu Penyakit Asma ?

By | 17 Juli 2020

Apa Itu Penyakit Asma ?

Apa Itu Penyakit Asma ?

Sering bangetkan denger kata asma, apa itu penyakit asma? apakah Anda bnar-benar tau ? atau hanya ikut-ikutan saja ? yuk kita simak artikel ini. Mungkin Anda sering banget dapet berita tentang asma di lingkungan sekitar rumah Anda. Namun jangan sampai Anda gak tau sama sekali ya.

Apa itu asma?

Asma bronkial, atau Anda mungkin lebih akrab dengan “asma” saja, merupakan penyakit akibat peradangan dalam saluran udara (bronkus). Peradangan itu akhirnya membuat saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif.

Akibatnya, saluran pernapasan menyempit sehingga udara yang masuk ke paru-paru jadi terbatas.

Peradangan juga membuat sel di saluran pernapasan membuat lebih banyak lendir dari biasanya. Lendir ini dapat makin mempersempit saluran pernapasan dan menyulitkan Anda untuk bernapas lega.

Tergantung faktor pemicunya, asma biasanya dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Asma olahraga
  • Asma nokturnal (kambuh hanya di malam hari)
  • Asma karena pekerjaan tertentu
  • Asma batuk
  • Asma alergi

Salah satu mitos tentang asma yang cukup dipercaya banyak orang adalah bahwa penyakit ini bisa disembuhkan. Sayangnya, hal ini tidak tepat.

Asma tidak bisa sembuh secara total. Jika Anda tidak merasakan gejala-gejalanya sesering dulu, ini menandakan bahwa Anda mampu mengendalikan asma yang Anda miliki dengan baik.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Menurut data World Health Organization (WHO), lebih dari 339 juta orang di dunia memiliki kondisi ini. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-20 sebagai negara dengan kasus kematian akibat asma yang terbanyak.

Penyakit yang memengaruhi pernapasan ini lebih sering menyerang anak-anak. Namun, orang dewasa yang berusia di bawah 40 tahun juga bisa mengalaminya.

Asma bronkial adalah salah satu penyakit tidak menular paling umum di seluruh dunia, dengan tingkat kematian yang relatif rendah.

Namun, kebanyakan kasus kematiannya ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, termasuk Indonesia.

 

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit ini?

Kondisi ini hanya bisa didiagnosis oleh dokter. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda (termasuk jenis dan frekuensi gejala), riwayat medis keluarga, serta menjalani pemeriksaan fisik dan tes fungsi paru-paru.

Beri tahu dokter bila keluarga terdekat Anda, seperti orangtua, saudara kandung, serta kakek dan nenek ada yang mengalami kondisi ini.

Beri tahu pula soal gejala yang Anda rasakan, mulai dari kapan dan seberapa sering Anda mengalaminya.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mendengarkan pernapasan Anda dan mencari tanda-tanda penyakit pernapasan atau alergi.

Dokter kemudian akan menggunakan tes spirometri untuk memeriksa cara kerja paru-paru Anda. Tes ini mengukur seberapa cepat dan banyak udara yang dapat Anda hirup serta embuskan.

Bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan sejumlah tes lain, seperti:

  • Tes alergi untuk mengetahui alergen yang mempengaruhi Anda, jika ada.
  • Tes bronkus untuk mengukur sensitivitas saluran pernapasan Anda.
  • Tes untuk menunjukkan apakah Anda memiliki kondisi lain dengan gejala yang sama seperti asma (misalnya refluks asam lambung, kelainan pita suara, atau sleep apnea)
  • Rontgen dada atau EKG (elektrokardiogram). Tes ini akan membantu mengetahui apakah benda asing atau penyakit lainnya menyebabkan gejala Anda.

 

sumber : hallosehat.com

 

BACA JUGA :

Apa Saja Gejala Asma ?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *