Apakah Inhaler Asma Aman ?

By | 17 Juli 2020

Inhaler Asma

Apakah Inhaler Asma Aman ?

Saya rasa Anda juga akan bertanya apakah inhaler asma aman ? menurut para dokter inhaler ada yang aman dan ada yang tidak aman, tergantung bagaimana bahan inhaler tersebut, serta bagaimana Anda merawat pada inhaler.Bagi Anda yang punya asma, keberadaan inhaler akan sangat membantu jika suatu saat asma kumat atau kambuh. Namun, jika ini kali pertama Anda diresepkan inhaler sebagai pengobatan asma, jangan asal semprot dulu. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar cara kerja obat inhaler untuk mengatasi asma lebih efisien dan efektif. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal lebih dekat berbagai jenis inhaler

Dikutip dari Mayo Clinic, inhaler adalah obat model semprot untuk mengatasi gejala asma. Obat hirup ini dilengkapi dengan tabung kecil berisi obat yang dimasukkan ke dalam badan penyemprot kecil dengan corong di ujungnya. Corong inilah yang akan menyalurkan obat langsung ke sistem pernapasan Anda.

Ketimbang nebulizer, inhaler lebih ringan dan ringkas sehingga mudah untuk dibawa ke mana pun. Hal ini karena nebulizer mempunyai ukuran yang lebih besar sehingga tidak mudah dibawa serta membutuhkan tenaga daya.

Jenis inhaler asma berdasarkan bentuk alatnya

Berdasarkan bentuknya, inhaler untuk mengobati asma terdiri dari dua jenis. Berikut perbedaan keduanya yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

1. Inhaler dosis terukur (metered dosage inhaler)

Inhaler dosis terukur menggunakan propelan kimia untuk mendorong obat keluar dari corong plastik. Ketika asma kambuh, segeralah hirup obat dari inhaler ini. Obat asma akan langsung masuk ke dalam saluran napas dan meredakan gejala.

Anda cukup memasukkan inhaler ke dalam mulut dan katupkan bibir dengan rapat pada corong. Tekan inhaler satu kali lalu tarik napas melalui mulut perlahan.

Jika menggunakan jenis ini, sebaiknya ingat atau catat berapa banyak dosis obat asma yang telah Anda hirup. Inhaler untuk mengatasi asma jenis ini terkadang tidak disertakan pengukur dosis. Akibatnya, Anda mungkin tidak tahu seberapa banyak obat yang sudah dihirup.

2. Inhaler serbuk kering (dry powder atau breath-activated inhaler)

Inhaler asma ini berbentuk serbuk kering, bukan semprotan yang bisa Anda hirup langsung dari alatnya. Ketimbang inhaler dosis terukur, inhaler ini dinilai lebih mudah untuk digunakan.

Pasalnya, Anda tidak perlu menekan inhaler dan tidak pula memerlukan banyak koordinasi saat mengambil napas dan menghirup obat.

Supaya obat dapat langsung masuk ke paru-paru Anda harus menghirup serbuk dari inhaler dengan cepat dan kuat. Inhaler ini biasanya tersedia untuk satu kali hirup. Hal ini untuk mencegah penggunaan dosis yang berlebihan.

Jenis inhaler asma berdasarkan obatnya

Jika dibagi berdasarkan jenis obat asma yang terkandung di dalamnya, terdapat 2 tipe inhaler asma, yaitu reliever inhaler yang mengandung albuterol atau salbutamol dan preventer inhaler yang mengandung kortikosteroid.

1. Reliever inhaler

Sesuai namanya, reliever inhaler merupakan jenis yang berfungsi untuk meredakan gejala asma. Inhaler ini mengandung albuterol, atau biasa juga disebut dengan ventolin inhaler. Biasanya, warna dari inhaler ini adalah warna biru.

Inhaler ventolin dapat bekerja cepat kurang dari 15 menit sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu cara mengatasi serangan asma. Inhaler ini diklaim sangat efektif sebagai obat pereda serangan asma ringan hingga berat.

2. Preventer inhaler

Berbeda dengan ventolin, preventer inhaler mengandung kortikosteroid. Inhaler asma ini biasanya berwarna cokelat, merah atau jingga dan digunakan untuk keperluan pencegahan asma.

Inhaler jenis ini memiliki efek kerja yang lama sehingga biasa digunakan secara rutin juga harian.

Inhaler jenis ini biasanya digunakan untuk beberapa tujuan, seperti mengendalikan asma, mengurangi gejalanya, dan mengurangi kebutuhan untuk bolak-balik konsul ke rumah sakit.

Kortikosteroid bekerja untuk mengurangi peradangan pada saluran napas dan hanya sedikit yang akan diserap oleh tubuh. Namun, steroid yang digunakan dalam preventer inhaler untuk meringankan gejala asma membutuhkan waktu yang lebih lama sampai efeknya benar-benar terasa.

Menentukan jenis inhaler yang paling tepat untuk asma

Menentukan inhaler untuk asma yang paling baik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika hendak memilih inhaler asma, antara lain:

  • Jenis obat asma yang dibutuhkan
  • Cara kerja inhaler
  • Kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan

Melihat berbagai hal di atas, Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk menentukan mana obat semprot asma yang paling tepat untuk Anda.

Bagaimana cara memakai inhaler asma yang benar?

Tak hanya memilih jenis yang tepat, mengetahui cara pakai inhaler asma yang benar juga bisa membantu Anda mendapatkan pengobatan yang lebih efektif. Untuk itu, simak cara memakai obat hirup asma berikut ini:

Cara pakai inhaler asma

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan inhaler dengan benar dan lebih efektif:

  • Jika Anda perlu menggunakan lebih dari satu isapan per dosis, Anda harus memberikan jeda waktu di antara isapan. Jika Anda menggunakan bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit. Untuk jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Jangan menarik dan membuang napas terlalu cepat di antara isapan.
  • Duduk tegak atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler.
  • Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Segera tarik napas begitu Anda menekan inhaler.
  • Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya.

Memanfaatkan bantuan spacer

Jika masih kesulitan menggunakan inhaler, Anda mungkin perlu menggunakan spacerSpacer adalah alat yang membantu Anda menggunakan inhaler. Spacer terulur dari mouthpiece dan membantu obat bergerak perlahan ke mulut.

Spacer kebanyakan digunakan oleh lansia dan anak-anak agar bisa lebih efisien. Jika Anda berpikir bahwa spacer bisa membantu, Anda harus memberi tahu dokter atau apoteker.

Jaga spacer tetap bersih dengan hanya menggunakan air hangat dan dikeringkan secara alami sepanjang malam. Hindari mengelap spacer dengan tisu atau kain kering. Hal ini dapat menyebabkan serpihan atau serat kain tertinggal dan menimbulkan listrik statis di dalam spacer. Obat yang masuk ke dalam paru melalui spacer pun dapat berkurang.

 

sumber : hellosehat.com

 

BACA JUGA :

Apa Itu Penyakit Asma ?

Apa Saja Gejala Asma ?

Bagaimana Cara Mengobati Asma ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *