Apakah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

By | 17 Juli 2020

Apakah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma

Apakah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ada pertanyaan menarik Apakah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma ? Yuk simak penjelasannya. Dimanapun kita berada tentu sangat merasa khawatir jika tempat yang kita datangi merupakan tempat yang asing bagi kita, apalagi tempat tersebut merupakan tempat yang baru kita datangi. Pasti kita merasa sepertinya kurang bersih dan anggapan lainnya.

Anda yang memiliki penyakit asma mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak mengonsumsi produk susu karena diyakini dapat memicu gejalanya. Ada pula kabar yang beredar bahwa susu juga dapat menyebabkan penyakit asma pada anak-anak. Yuk, cari tahu kebenarannya!

Benarkah produk susu bisa memicu asma?

Asma merupakan sebuah kondisi di mana saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan penyempitan sehingga bisa menghasilkan lendir yang berlebih. Lendir inilah yang membuat penderitanya merasakan gejala seperti sesak nafas, batuk-batuk, atau nafas yang berbunyi.

Asma tidak bisa sembuh, tapi gejala asma bisa diatasi di rumah agar tidak sering kambuh. Orang-orang yang terkena asma tentunya juga harus menghindari hal-hal yang dapat menjadi pemicu gejalanya.

Mitos hubungan antara susu dan asma masih beredar di masyarakat. Ada yang percaya bahwa susu dapat meninggalkan sisa lendir yang dapat mempersempit saluran udara. Oleh karenanya, banyak penderita asma yang kerap menghindari produk susu karena khawatir jika konsumsinya akan memperparah kondisi.

Padahal, penelitian membuktikan bahwa susu tidak memicu gejala asma. Bahkan, ada penelitian yang justru malah membuktikan hal berlawanan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu dengan rutin memiliki risiko lebih rendah terhadap asma.

Pemicu asma sendiri bisa berbeda-beda pada setiap orang dan bergantung pada alergi yang dimiliki. Biasanya alergen (pemicu alergi) tersebut meliputi partikel di udara seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, serta infeksi pernafasan seperti flu, udara dingin, atau asap.

Asma juga bisa dipicu dari stres dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Susu bisa menjadi pemicu gejala asma, jika…

Susu memang tidak memengaruhi keadaan asma yang Anda miliki. Hanya saja, hal tersebut berbeda pada orang-orang yang memiliki alergi terhadap susu dan produk sejenis seperti yogurt dan keju. Tak hanya produk susu sapi, produk dari hewan lainnya seperti kambing mungkin juga akan menghasilkan efek yang sama.

Biasanya, berbagai reaksi alergi yang akan muncul meliputi gatal-gatal yang diikuti dengan biduran, sakit perut, mual, mulut terasa gatal, serta bengkak pada beberapa bagian tubuh.

Pada beberapa waktu, alergi juga bisa membuat Anda sulit bernapas setelahnya. Reaksi inilah yang kerap menimbulkan kebingungan, apakah sesak nafas merupakan gejala asma yang kambuh atau hanya murni karena alergi.

Meski demikian, gejala asma yang dipicu dari makanan biasanya sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, bila Anda mengalami tanda yang telah disebutkan setelah minum susu, coba periksakan ke dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan alergi.

Mengendalikan kondisi asma melalui pola harian

Yang harus Anda perhatikan adalah mengetahui apakah ada alergi atau hal tertentu lain yang memicu gejala asma. Setelah itu, sebisa mungkin usahakan untuk menghindarinya. Berikut beberapa hal lain yang juga harus Anda cermati.

  • Ikuti jadwal dan tindakan yang harus dilakukan untuk mengendalikan asma. Lakukan apa yang dianjurkan oleh dokter, termasuk meminum obat sesuai jadwal serta pergi kontrol ke dokter setiap beberapa waktu sekali.
  • Perhatikan pernapasan Anda. Coba untuk lebih waspada pada berbagai peringatan yang bisa menjadi tanda akan datangnya serangan asma seperti batuk ringan, mengi, atau nafas pendek. Terkadang, fungsi paru-paru bisa menurun sebelum gejalanya muncul. Penting untuk menggunakan peak expiratory flow rate (PEFR) yang dapat memantau kemampuan Anda dalam bernapas.
  • Segera dapatkan vaksin flu atau pneumonia. Vaksinasi akan mencegah flu dan radang paru-paru yang dapat memicu asma.
  • Makan makanan sehat. Tambahkan asupan gizi dengan memakan berbagai jenis sayuran beda warna. Jangan lupa makan buah-buahan, karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh, serta daging yang mengandung sedikit lemak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

sumber : hellosehat.com

BACA JUGA :

Apa Itu Penyakit Asma ?

Apa Saja Gejala Asma ?

Bagaimana Cara Mengobati Asma ?

Apakah Inhaler Asma Aman ?

Jenis-Jenis Asma

Bunda Yuk Kenali Penyebab Asma Pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *