Faktor-Faktor yang Menjadikan Anda Berisiko Epilepsi

By | 10 Juni 2020

Faktor-Faktor yang Menjadikan Anda Berisiko Epilepsi

Faktor-Faktor yang Menjadikan Anda Berisiko Epilepsi

Penyebab epilepsi atau yang dikenal sebagai “ayan” adalah suatu gangguan pada sistem saraf otak manusia karena terjadinya aktivitas yang berlebihan dari sekelompok sel neuron pada otak. Ini menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia seperti melamun, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot. Epilepsi merupakan gangguan neurologis keempat yang paling umum dan mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Penyakit ini ditandai dengan kejang tak terduga dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya

Penyebab epilepsi

Otak manusia adalah sumber di mana epilepsi itu terjadi.. Meskipun gejala kejang dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, suatu peristiwa yang menghasilkan gejala epilepsi pusatnya terjadi pada otak. Seseorang didiagnosis dengan epilepsi jika mereka mengalami satu atau kejang berlebihan yang tidak disebabkan oleh beberapa kondisi medis yang telah dikenal seperti, mengonsumsi alkohol atau kadar gula darah yang rendah.

Kejang pada epilepsi dapat terjadi, terkait dengan cedera otak atau turunan pada keluarga, tetapi sering penyebabnya adalah benar-benar tidak diketahui. Faktor-faktor di bawah ini dapat membuat Anda lebih berisiko terkena epilepsi.

  1. Usia

Epilepsi umumnya terjadi pada anak kecil dan manula. Biasanya anak kecil yang baru berusia 1 atau 2 tahun akan mengalami ayan atau kejang akibat epilepsi. Setelah usia seseorang mencapai 35 tahun ke atas, tingkat kasus baru epilepsi yang mulai muncul pun meningkat. Kondisi ini bisa disebabkan oleh stroke, tumor otak, atau penyakit Alzheimer, yang semua dapat menyebabkan epilepsi.

  1. Jenis kelamin

Epilepsi adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi setiap orang dengan berbeda faktor dan gejalanya. Jenis kelamin bisa menjadi faktor dalam bagaimana epilepsi akan mempengaruhi orang tertentu. Perawatan epilepsi juga harus dipertimbangkan terkait berbedanya epilepsi antara pria dan wanita. Contohnya, pertimbangan kesehatan seperti perubahan hormonal, dan fungsi sosial.

BACA JUGA : Kopi mana yang lebih sehat ?

Dalam banyak hal, penyebab epilepsi berbeda bagi wanita daripada pria. Perbedaan timbul karena perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki, dan juga karena peran sosial yang berbeda dari masing-masing jenis kelamin pada penderita epilepsi

  1. Faktor genetik

Jika Anda memiliki orangtua atau saudara yang mengidap epilepsi, faktor tersebut dapat menjadi penyebab epilepsi menurun pada diri Anda. Belum diketahui mengapa genetik pasti apa penyebab epilepsi terjadi, namun kesamaan DNA dan golongan darah pada saudara sekandung atau orangtua nyatanya dapat mempengaruhi epilepsi terjadi.

  1. Trauma pada otak

Kerusakan atau cedera otak terjadi ketika sel-sel otak yang dikenal sebagai neuron menjadi hancur. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan fisik antara lain pasca operasi bagian otak, kecelakaan, terbentur, dan hal yang mengakibatkana saraf otak manusia mengalamii kerusakan. Kerusakan saraf pada otak tersebut dapat menimbulkan epilepsi pada penderitanya.

  1. Kondisi medis tertentu

Infeksi pada sistem saraf dapat mengakibatkan aktivitas kejang. Ini termasuk infeksi pada meliputi otak dan cairan tulang belakang atau penyakit meningitis, infeksi otak atau ensefalitis, dan virus yang memengaruhi imun manusia (HIV), serta infeksi saraf dan imun manusia terkait yang dapat menjadi penyebab epilepsi.

 

BACA JUGA : Apakah Anda Sering Jatuh Saat Berjalan ?

  1. Gangguan mental

Epilepsi adalah gangguan otak yang ditandai dengan kejang atau kejang berulang. Sedangkan autisme adalah penyakit neurobehavioral yang mencakup penurunan interaksi sosial dan perkembangan bahasa, yang sering kali berisi kaku, sistematis, melakukan sesuatu berulang-ulang. Kedua kondisi ini dapat mempengaruhi individu dengan berbagai tingkat keparahan yang dialami.

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa orang dewasa yang mengdiap epilepsi lebih mungkin untuk menunjukkan tanda-tanda autisme dan sindrom Asperger ke depannya.

  1. Kehamilan

Epilepsi mempengaruhi perempuan secara berbeda, khususnya pada wanita yang sedang hamil. Siklus hormonal dan menstruasi, kehamilan, menopause, dapat menyebabkan epilepsi.  Ketika wanita memiliki epilepsi, umumnya disebabkan oleh hormon tertentu. Dua hormon ini adalah estrogen, yang meningkatkan aktivitas listrik otak, dan progesteron, yang memiliki efek sebaliknya. Epilepsi jika terjadi pada wanita hamil akan berpotensi diturunkan pada bayinya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *