Inilah Faktor Risiko Osteoporosis

By | 15 Juli 2020

Faktor Risiko Osteoporosis

Inilah Faktor Risiko Osteoporosis

Jika Anda mencari Inilah Faktor Risiko Osteoporosis, maka Anda bisa menyimak artikel berikut ini. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam masalah yang sedang Anda hadapi. Ada banyak faktor risiko untuk osteoporosis.

Sejumlah faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat Anda ubah adalah:

1. Jenis kelamin

Wanita lebih banyak menderita osteoporosis lebih sering dari laki–laki.

2. Usia

Semakin tua Anda, semakin besar risiko osteoporosis Anda. Peningkatan risiko ini biasanya berlangsung sejak usia Anda menginjak sekitar 30 tahun, terutama setelah seorang wanita mengalami menopause.

3. Hormon di dalam tubuh

Pada wanita, rendahnya kadar hormon estrogen bisa mempersulit tulang untuk membentuk jaringan dan struktur baru. Sedangkan pada pria, kadar testosteron yang rendah merupakan salah satu faktor risiko pengeroposan tulang.

4. Ukuran tubuh

Wanita dan pria dengan bentuk tubuh yang kecil kecil dan kurus berisiko lebih tinggi untuk mengalami pengeroposan tulang. Sebaliknya, pria dan wanita dengan bentuk tubuh yang lebih besar cenderung memiliki risiko yang lebih rendah.

5. Riwayat keluarga

Osteoporosis biasa terjadi turun-menurun dalam keluarga. Itu artinya, jika ada anggota keluarga Anda menderita osteoporosis atau pengeroposan tulang, Anda memiliki berisiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi tersebut.

6. Pernah mengalami patah tulang

Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami patah tulang dalam tingkat ringan, lebih berisiko untuk mengalami pengeroposan tulang di kemudian hari. Terlebih jika patah tulang tersebut terjadi setelah berusia 50 tahun.

Sementara faktor risiko osteoporosis yang bisa Anda ubah adalah:

1. Anoreksia nervosa

Memiliki gangguan makan serta membatasi asupan makan dapat melemahkan kekuatan tulang, yang akhirnya menyebabkan osteoporosis.

2. Asupan kalsium dan vitamin D

Diet rendah kalsium dan vitamin D menyebabkan tulang Anda lebih mudah keropos.

3. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat-obatan meningkatkan risiko osteoporosis, seperti obat kortikosteroid, antidepresan, agen kemoterapi, dan lain sebagainya.

4. Malas beraktivitas

Kurang olahraga, sering bersantai sampai lupa waktu, atau berbaring terus dalam waktu lama bisa menyebabkan tulang menjadi keropos karena lemah dan kehilangan kekuatannya.

5. Merokok

Selain tidak baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga bisa menurunkan kepadatan tulang. Ini karena zat kimia dalam rokok secara perlahan akan merusak berbagai sel-sel tubuh, termasuk sel-sel pada tulang.

Ketika sel tulang mengalami kerusakan, otomatis kepadatan tulang akan melemah yang membuatnya keropos dan mudah rapuh.

6. Konsumsi alkohol

Terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan tulang keropos dan akhirnya rusak.

Faktor Risiko Osteoporosis Yang Lain

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu timbulnya osteoporosis. Sebagian merupakan faktor bawaan, sedangkan lainnya terkait dengan gaya hidup. Berikut faktor risiko osteoporosis yang melekat pada diri seseorang:

  • Usia. Tulang bertumbuh dan waktu ke waktu, yang muda menggantikan yang tua. Secara alami, proses pertumbuhan tulang terhenti pada usia 30an. Selanjutnya, kepadatan tulang akan mengalami penurunan. Seberapa cepat? Tergantung pada tabungan kalsium yang telah Anda siapkan dan juga faktor-faktor lain.
  • Gender. Berbagai sumber menyebutkan, perempuan memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk mengalami pengeroposan tulang dibandingkan dengan kaum pria. Risiko terbesar terdapat pada perempuan berusia di atas 50 tahun. Salah satu penyebabnya, perempuan memiliki tulang yang lebih tipis dan ringan daripada pria. Selain itu, pria juga relatif lebih banyak melakukan latihan yang menguatkan tulang dibandingkan perempuan. Ditambah lagi dengan faktor hormon estrogen.
  • Ras. Banyak penelitian menunjukkan, perempuan dengan ras Kaukasia dan Asia lebih berisiko mengalami osteoporosis dibandingkan ras kulit hitam. Selain itu, kasus patah tulang panggul juga dua kali lebih banyak terjadi pada perempuan Kaukasia dan Asia dibandingkan perempuan kulit hitam.
  • Struktur tulang dan berat badan. Perempuan bertubuh mungil dan kurus lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan mereka yang bertubuh gemuk. Hal yang sama juga berlaku pada pria.
  • Riwayat keluarga. Penting sekali memeriksakan riwayat kesehatan keluarga. Jika ada catatan dari orang tua bahkan kakek-nenek yang pernah mengalami patah tulang karena osteoporosis, Anda pun berisiko mengalami masalah serupa.
  • Riwayat patah tulang. Anda pernah mengalami patah atau retak tulang karena kecelakaan atau lainnya? Jangan abaikan fakta ini, karena termasuk salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu. Orang yang harus mengonsumsi obat-obatan steroid berisiko mengalami osteoporosis. Sebab, penggunaan obat-obatan steroid untuk jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.Selain faktor risiko bawaan yang tidak bisa dicegah, ada juga faktor risiko osteoporosis yang terkait dengan gaya hidup, yaitu:
  • Minum minuman beralkohol. Konsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan aneka masalah kesehatan pada lever, otak, dan bagian tubuh lainnya, termasuk tulang. Para peminum berat (heavy drinker) berisiko kehilangan kepadatan tulang. Pada skala rendah, kebiasaan ini dapat menimbulkan osteopenia (kondisi menuju menuju osteoporosis). Jika tak diubah, kebiasaan ini dapat berujung pada osteoporosis.
  • Merokok. Kandungan nikotin dalam rokok berdampak buruk pada tubuh, termasuk pada kepadatan tulang.
  • Kekurangan asupan kalsium. Mengutip situs National Health Service, rata-rata orang dewasa membutuhkan 700 mg kalsium setiap harinya. Kalsium tersebut bisa didapatkan dari aneka sumber makanan dan minuman seperti susu dan olahannya, sayur-sayuran seperti brokoli dan kol, kacang-kacangan, dan ikan.
  • Kurang gerak. Ketika segala sesuatu dimudahkan dengan perangkat, orang semakin sedikit menggerakkan tubuhnya. Padahal, aktivitas fisik seperti olah raga sangatlah penting untuk membantu menjaga kepadatan tulang. Tulang yang tak terlatih atau jarang digerakkan akan melemah dan berisiko meningkatkan kemungkinan terserang osteoporosis.
  • Gangguan makan. Penderita gangguan makan anoreksia memiliki risiko lebih tinggi terserang osteoporosis. Anoreksia juga dapat menghentikan menstruasi, yang berakibat pada terjadinya menopause dini, sehingga dapat melemahkan tulang.Nah, mana faktor risiko yang paling dekat dengan kondisi Anda?

Referensi:

http://www.nhs.uk/Conditions/vitamins-minerals/Pages/Calcium.aspx
https://cdn.nof.org/wp-content/uploads/2016/02/Healthy-Bones-for-life-patient-guide.pdf
http://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-risk-factors

 

BACA JUGA :

Harga Mosehat Osteoporosis

Apa Itu Osteoporosis ?

Apa Penyebab Osteoporosis ?

Gejala Osteoporosis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *