Gejala Sakit Maag dan Cara Mengatasinya

By | 27 Juli 2020

Gejala Sakit Maag dan Cara Mengatasinya

Gejala Sakit Maag dan Cara Mengatasinya

Gejala Sakit Maag dan Cara Mengatasinya, gejala sakit maag bisa kita ketahui dengan cara berikut ini. Banyak dari masyarakat Indonesia belum mengetahui gejala-gejala apa saja terkait penyakit ini, mulai saat ini Anda tidak perlu khawatir terkait penyakit ini karena kita akan ulas secara detail di artikel ini.

Gejala Sakit Maag

Gejala sakit maag yang biasanya akan dialami pengidap, antara lain:

  • Cepat merasa kenyang saat makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan.
  • Mual.
  • Kembung pada perut bagian atas.
  • Sering bersendawa.
  • Nyeri pada ulut hati dan nyeri di tengah dada yang muncul ketika atau setelah makan.
  • Rasa panas pada perut bagian atas.
  • Sakit maag yang sering terjadi biasanya ditandai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan. Stres pun membawa dampak menjadi lebih negatif bagi pengidap sakit maag.

Diagnosis Sakit Maag

Untuk membantu dokter mendiagnosis sakit maag, kamu perlu menjelaskan secara detail gejala yang dialami, termasuk lokasi munculnya rasa nyeri di perut.  Dokter juga akan mencari tahu tentang riwayat kesehatan kamu dan memeriksa bagian perut dengan cara menekan area perut yang berbeda untuk mengetahui apakah ada area perut yang sensitif, nyeri saat ditekan, atau nyeri di bawah tekanan.

Bila dokter mencurigai adanya kondisi medis tertentu sebagai penyebab sakit maag, maka dokter bisa menganjurkan tes diagnostik, sepertu tes darah, endoskopi, tes untuk mendiagnosis infeksi bakteri H pylori, tes fungsi hati, dan sinar X.

Komplikasi Sakit Maag

Berikut ini 3 komplikasi yang berkaitan dengan penyakit maag:

  1. Esofagus barret

Esofagus barret disebabkan oleh paparan asam lambung di kerongkongan secara terus-menerus, yang menyebabkan perubahan pada sel-sel di lapisan bagian bawah kerongkongan menjadi sel kanker.

  1. Stenosis pilorus

Komplikasi ini terjadi ketika asam lambung menyebabkan iritasi jangka panjang pada lapisan sistem pencernaan. Piloris adalah jalur antara lambung dan usus kecil. Pada kasus stenosis pilorik, pilorus menjadi parut dan menyempit. Akibatnya, makanan tidak bisa dicerna dengan baik.

  1. Penyempitan Esofagus

Penyempitan esofagus terjadi bila seseorang mengalami sakit maag berulang akibat refluks asam. Gejala yang muncul biasanya berupa sulit menelan dan nyeri pada bagian dada.

Pengobatan Sakit Maag

Pengobatan untuk sakit maag tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Bila gejalanya ringan, perubahan gaya hidup mungkin sudah bisa meredakannya. Berikut ini gaya hidup untuk mengatasi sakit maag:

  • Kurangi makanan berlemak dan pedas.
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.
  • Tidur setidaknya selama 7 jam setiap malam juga bisa membantu meredakan sakit maag ringan.
  • Berolahraga secara teratur dan berhenti merokok.

Dalam kasus sakit maag yang parah dan sering, dokter bisa meresepkan obat, seperti  obat golongan antasida, antagonis reseptor H-2, dan inhibitor pompa proton (PPI).

Pencegahan Sakit Maag

Cara terbaik mencegah sakit maag adalah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya. Berikut ini beberapa cara mencegah sakit maag:

  • Makanlah dalam porsi kecil dan secara perlahan.
  • Hindari makanan yang mengandung banyak asam.
  • Bila sakit maag dipicu oleh stres, carilah metode baru untuk mengelola stres seperti bermeditasi.
  • Jangan berolahraga dengan perut penuh.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Jangan berbaring tepat setelah makan.

 

sumber : halodoc.com

 

BACA JUGA

Apa Itu Maag ?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *