Manfaat Pijat Oksitosin pada Masa Menyusui

By | 29 Januari 2020

Mosehat.id – Pijat merupakan terapi kesehatan yang banyak digunakan masyarakat untuk bermacam tujuan. Mulai berasal dari menanggulangi pegal-pegal, mengusir rasa lelah, sampai menopang memperlancar air susu ibu (ASI) para ibu menyusui. Khusus untuk memperlancar ASI, pijatan dikerjakan bersama tehnik pijat oksitosin.

Hormon oksitosin benar-benar penting bagi wanita. Hormon yang diproduksi di anggota didalam otak bernama hipotalamus ini berperan besar didalam lebih dari satu proses penting di didalam kehidupan wanita, di antaranya proses orgasme, persalinan, dan menyusui.

Manfaat Pijat Oksitosin pada Masa Menyusui

Cara Kerja Oksitosin didalam Proses Menyusui
Dalam proses menyusui, bayi bakal menyentuh puting payudara ibu. Kemudian, sel saraf di payudara bakal mengirimkan sinyal ke otak untuk melepas oksitosin. Ketika jumlahnya meningkat, hormon ini memicu kelenjar di payudara dan saluran ASI berkontraksi, dan menyalurkan ASI melalui puting payudara.

Anda perlu ingat bahwa oksitosin cuma menopang melepas ASI berasal dari didalam tubuh. Hormon ini tidak mampu pengaruhi kuantitas ASI yang diproduksi di didalam tubuh. Sebab, memproses ASI di didalam tubuh dipengaruhi oleh hormon prolaktin.

Pijat oksitosin merupakan keliru satu tehnik pijat yang banyak dikerjakan pascapersalinan. Teknik pijat ini mampu memberi stimulasi pada puting dan diyakini mampu menambah memproses ASI. Hal ini menjadi keliru satu alasan kenapa pijat oksitosin dipercaya mampu menopang didalam proses menyusui.

Terdapat sebuah penelitian untuk mengukur efek pijat pada tingkat oksitosin, serta hormon dan senyawa lain didalam tubuh. Dalam penelitian tersebut, dikerjakan pengambilan darah pada kira-kira 100 partisipan sebanyak dua kali, yakni sebelum dan sehabis dikerjakan pijat bersama tekanan sedang di punggung. Hasilnya perlihatkan bahwa berlangsung peningkatan takaran oksitosin didalam tubuh partisipan yang dipijat.

Memperhatikan Sisi Keamanan
Praktik pijat dianggap relatif aman. Meski demikian ada lebih dari satu keadaan yang sebaiknya jauhi pijat, pada lain seseorang yang mempunyai luka terbuka, mempunyai kelainan darah, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Penting pula memerhatikan seberapa besar tekanan yang diberikan sementara pemijatan. Jika pijatan benar-benar kuat supaya mengakibatkan rasa nyeri, langsung hentikan. Jangan sampai pijatan justru memicu tubuh Anda menjadi sakit atau lebih-lebih memar.

Adapun makanan dan minuman untuk meningkatkan ASI secara alami yaitu Daun kelor, berikut pengertian singkat daun kelor untuk mempelancar ASI.

Daun kelor sendiri berasal dari pohon kelor, yang mempunyai nama latin moringa oleifera. Daun kelor didukung oleh rentetan nutrisi yang penting bagi tubuh, seperti vitamin A, B, dan C. Per 100 gram daun kelor juga mengandung 75 kalori, 60 gram protein, 13 gram karbohidrat, dan 353 mg kalsium. Selain itu, daun kelor mengandung zat besi yang bisa mencegah anemia. Total kandungan nutrisi dalam 200 mg daun kelor bahkan setara dengan 4 butir telur dan 2 gram susu.

 

Baca juga : Mengenali Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Bukan hanya itu saja, daun kelor merupakan sumber sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan. Satu cangkir daun kelor segar (21 gram) mengandung:

  1. Protein: 2 gram
  2. Vitamin B6: 19% dari AKG
  3. Vitamin C: 12% dari AKG
  4. Zat besi Besi: 11% dari AKG
  5. Riboflavin (B2): 11% dari RDA
  6. Vitamin A (dari beta-karoten): 9% dari AKG
  7. Magnesium: 8% dari AKG

*AKG: Angka Kecukupan Gizi

Mengutip Mindbodygreen, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Michelle A. Taup, MD., menemukan bahwa kelompok ibu menyusui yang rutin mengonsumsi daun kelor sebanyak dua kali sehari mengalami peningkatan produksi ASI yang cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *