Pilihan Obat Untuk Mengatasi Osteoporosis

By | 15 Juli 2020

 

Pilihan Obat Untuk Mengatasi Osteoporosis

Pilihan Obat Untuk Mengatasi Osteoporosis

Pilihan Obat Untuk Mengatasi Osteoporosis merupakan cara terbaik didalam mengatasi ini. Karena banyak masyarakat kita masih awam terkait osteoporosis ini. Kemarin saja tetangga saya bingung membedakan mana yang osteoporosis mana yang asam urat, jadi serba salah mau menjelaskan yang mana. Mungkin artikel ini menjadi solusi buat Anda yang bingung ingin mengobati osteoporosis.

Dokter biasanya akan melakukan tes kepadatan tulang (bone densitrometri test) untuk mendiagnosis apakah pasiennya mengalami osteoporosis atau tidak. Tes ini juga sekaligus untuk memprediksi respon tubuh terhadap pengobatan osteoporosis yang direncanakan. Hasil tes Anda nanti dapat membantu dokter menentukan jenis obat yang tepat, untuk meringankan gejala osteoporosis dan memperbaiki kondisi tulang Anda yang keropos.

Pilihan obat untuk mengatasi osteoporosis

Pada kebanyakan kasus, tulang yang sudah keropos dan rentan patah karena osteoporosis dapat diperkuat dengan pemilihan obat yang tepat. Beberapa jenis obat yang biasa diresepkan dokter dalam rejime pengobatan osteoporosis adalah:

1. Alendronate

Alendronate adalah obat golongan bifosfonat yang bekerja memperlambat laju pengeroposan tulang dan mencegah patah tulang.

Alendronate banyak digunakan sebagai pengobatan osteoporosis yang disebabkan oleh menopause, penggunaan steroid berlebih, atau kegagalan gonad. Obat ini juga sering diresepkan untuk orang yang berisiko tinggi mengalami patah tulang karena sudah keropos akibat osteoporosis.

Setiap orang mungkin mendapat dosis obat yang berbeda, sesuai keparahan gejala dan kondisi tubuh. Namun seperti obat-obatan pada umumnya, alendronate memiliki berbagai efek samping umum, seperti:

  • Asam lambung naik (heartburn)
  • Sakit perut
  • Mual
  • Diare atau sembelit
  • Nyeri tulang
  • Nyeri otot atau sendi

2. Risedronate

Risedronate adalah obat golongan bifosfonat untuk mencegah patah dan menambah massa tulang yang keropos. Sebagai pengobatan osteoporosis, risedronate bekerja memperlambat kerusakan tulang yang terjadi berkelanjutan.

Obat osteoporosis ini memiliki berbagai efek samping seperti:

  • Asam lambung naik (heartburn)
  • Masalah pencernaan
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sakit punggung
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Gejala flu seperti demam, sakit kepala, dan lainnya

3. Ibandronate

Ibandronate juga termasuk obat golongan bifosfonat untuk mencegah dan mengobati pengeroposan tulang. Cara kerjanya adalah dengan memperlambat kerusakan tulang dan mempertahankan tulang agar tetap kuat.

Ibandronate umum digunakan untuk mengobati atau mencegah osteoporosis pada wanita setelah menopause.

Adapun efek samping ibandronate yang biasa muncul yaitu:

  • Asam lambung naik (heartburn)
  • Sakit perut
  • Diare
  • Nyeri punggung
  • Nyeri tulang
  • Nyeri sendi atau otot
  • Nyeri di lengan atau kaki
  • Sakit kepala
  • Muncul gejala flu seperti demam, kelelahan, meriang

4. Asam zoledronat

Asam zoledronat adalah jenis obat bifosfonat yang membantu memperlambat pengeroposan dan mencegah patah tulang. Obat ini umumnya tersedia dalam dua merek berbeda, yaitu Reclast dan Zometa.

Reclast banyak digunakan untuk mengobati osteoporosis yang disebabkan oleh menopause, penggunaan steroid, atau kegagalan produksi hormon seks. Reclast juga digunakan untuk mengobati penyakit Paget tulang.

Obat Zometa digunakan untuk menstabilkan kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi akibat kanker. Selain sebagai obat osteoporosis, Zometa juga dipakai untuk mengobati multiple myeloma (sejenis kanker sumsum tulang) atau kanker tulang yang telah menyebar.

Reclast dan Zometa tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan. Maka dari itu, dokter akan meresepkan hanya satu yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Asam zoledronat merupakan obat osteoporosis yang punya berbagai efek samping seperti:

  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit
  • Nyeri tulang
  • Nyeri sendi atau otot
  • Nyeri di tangan atau kaki
  • Gejala flu seperti demam, meriang, dan lain sebagainya
  • Mata merah atau bengkak
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sesak napas

5. Denosumab

Denosumab (Prolia, Xgeva) adalah obat baru yang terbukti mengurangi risiko patah tulang akibat osteoporosis pada wanita dan pria.

Denosumab dapat digunakan oleh orang yang tidak bisa mengonsumsi bifosfonat, seperti beberapa orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal.

6. Teripatide

Teriparatide (Forteo) biasa diperuntukkan bagi pria dan wanita menopause yang kepadatan tulangnya sangat rendah. Kondisi ini biasanya dipicu atau disebabkan oleh penggunaan obat steroid jangka panjang.

Teriparatide termasuk obat yang berpotensi untuk membangun kembali kekuatan tulang keropos.

7. Abaloparatide

Abaloparatide (Tymlos) adalah obat osteoporosis terbaru. Seperti teriparatide, obat ini berpotensi untuk membangun kembali kekuatan tulang.

Dalam sebuah uji coba perbandingan, abaloparatide tampak sama efektifnya dengan teriparatide sebagai pengobatan osteoporosis. Namun, kemungkinan abaloparatide untuk menyebabkan kelebihan kalsium lebih kecil ketimbang teriparatide.

8. Suplemen vitamin D dan kalsium

Hampir setiap obat yang diresepkan dokter untuk melindungi tulang Anda akan dibarengi juga dengan pemberian suplemen kalsium dan vitamin D. Kombinasi antara obat resep dan suplemen kedua vitamin ini dibutuhkan untuk memaksimalkan efek pengobatan osteoporosis.

Orang dewasa muda memerlukan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Apabila Anda saat ini berusia 51 ke atas dan memiliki osteoporosis, Anda perlu mengonsumsi suplemen kalsium berdosis 1.200 miligram per hari.

Meski begitu, penggunaan suplemen kombinasi kalsium dan vitamin D tentu saja harus berdasar resep dokter. Jika tidak, suplemen ini dikhawatirkan dapat mengganggu kerja obat osteoporosis yang lainnya.

Suplemen yang berisi kombinasi kalsium dan vitamin D memiliki efek samping, yaitu:

  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Badan lemah
  • Sakit kepala
  • Mulut kering atau sensasi rasa logam di mulut
  • Nyeri tulang atau otot

Suplemen baik dikonsumsi ketika Anda tidak bisa mendapatkan cukup asupan kalsium dan vitamin D harian. Namun, akan selalu lebih baik untuk mengutamakan perolehan kalsium dan vitamin dari makanan. Sumber kalsium dan vitamin D bisa didapat dari makanan dan minuman seperti ikan, brokoli, bayam, kacang almond, susu dan buah jeruk.

 

Namun, itu semua merupakan obat kimia, yang dapat mengakibatkan kita ketergantungan dan bisa mengakibatkan penyakit baru lainnya. Anda bisa mencoba MOSEHAT, obat herbal untuk mengatasi osteoporosis.

 

sumber : halosehat.com

 

BACA JUGA :

Harga Mosehat Osteoporosis

Apa Itu Osteoporosis ?

Apa Penyebab Osteoporosis ?

Gejala Osteoporosis

Inilah Faktor Risiko Osteoporosis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *